Orangtua VS Anak

Helooo, yuhuuuuuu, ahaaaaaa kali ini aku mau membahas antara hubungan orangtua dengan anak, hmmm apa ya yang mau aku bahas, kasih tahu gak ya, oke deh aku kasi tahu, cekidot ya guys ;)

Mantan pacar itu ada, mantan istri itu ada, mantan suami itu ada, tapi yang namanya mantan anak dan mantan orangtua dan mantan keluarga tentunya gak ada donk ya guys, hehehehehehe ;) Nah kali ini sepertinya seru deh kalau membahas tentang hubungan antara orangtua serta anak :)

Hmmm, orangtua adalah orang yang harus kita hormati karena mereka lah yang telah berkorban untuk kehidupan kita. Bayangkan saja ketika ibu kita mengandung kurang lebih 9 bulan di perut dan membawa kita kemana-kemana dan ketika waktu persalinan tiba tentunya ibu akan memperjuangkan kita untuk dapat tetap hidup dan sampai mengorbankan dirinya, nah betapa besar bukan pengorbanan ibu kita :) Dan juga seorang bapak yang bekerja membanting tulang (upss bukan tulang di badan kita loh ya guys, tapi tulang dalam arti bekerja keras, hihihihihihi :D ) siang dan malam demi untuk mencukupi kebutuhan keluarga, itu cape loh guys (kalian juga bisa merasakan bukan tentunya yang sudah bekerja) hehehehehehe ;)

Nah, apa yang terjadi ketika ada perselisihan diantara orangtua dan anak, tentunya orangtua yang mayoritas memberikan kata-kata, hmm maksudnya kita sebagai anak yang mendengarkan ucapan orangtua, hehehehehe ;) Dan tidak jarang bahwa kita sebagai anak yang sering dijadikan pihak yang paling menderita #Loh (tapi ada juga sih anak yang kurang ajar dengan orangtuanya). Hmm memang sulit sih untuk mengartikannya, tapi memang karena orangtua yang lebih berpengalaman dari anak tentunya orangtua pastinya akan memberikan nasehat-nasehat kepada anaknya, hehehehehehe ;)

Dan terkadang aku mendengar cerita bahwa ada anak yang terus-terus disalahkan oleh orangtuanya tanpa mendengar alasan dari sang anak dan anak tersebut harus terus-menerus menuruti ucapan orangtuanya sekalipun ada yang salah dan terkadang tidak sesuai dengan kemauan sang anak :)

Memang orantua itu lebih berpengalaman didalam asam garam kehidupan, tetapi aku terkadang suka miris melihat anak yang terlalu diperlakukan otoriter oleh sang orangtua. Bukannya anak harusnya dilindungi dan disayangi dan diberikan pilihan dalam menjani hidupnya yang tentunya dengan arahan orangtua, karena memang ada beberapa kasus seperti itu sih :) Dan juga ada beberapa kasus ada anak yang terlalu dimanja dan itu efeknya gak baik sih karena akan membuat sang anak menjadi anak yang ketergantungan terhadap apapun dan tidak bisa belajar mandiri ;)

Hmm, untuk hal ini memang perlu komunikasi yang baik diantara orangtua serta anak. Anak memang seharusnya menghormati dan menghargai orangtua dan orangtua juga menunjukkan rasa kasih sayang terhadap anaknya. Kalau sudah seperti itu nantinya akan enak didalam keluarga dan tidak ada prasangka buruk yang macam-macam :)

Anak yang kabur dari rumahnya, anak yang mengalami ketergantungan terhadap narkoba, anak yang tidak percaya diri, anak yang arogan dll itu semua bersumber rata-rata dari keluarga yang tidak harmonis. Dan ada juga orangtua yang disiksa oleh anaknya dan kurang ajar terhadap orangtua. Hmm, kalau sudah terjadi seperti itu, siapa yang mau disalahkan? Tentunya hal ini ada didalam keluarga ;)

Dan untuk itu diperlukan pengertian serta kerjasama diantara orangtua serta anak. Orangtua mendukung anaknya dan anak harus menghormati serta menghargai orangtuanya. Masalah didalam keluarga memang kompleks dan hanya kita sendiri didalam keluarga yang tahu. Dan untuk itu diperlukan komunikasi dua arah dan bukan satu arah agar tercipta keluarga yang harmonis serta bahagia bukan ;)

Hmm, artikel yang aku tulis merupakan cerita dari teman-teman yang sharing yang aku tuangkan di blog ini yang bertujuan untuk membuka cara pandang saja sih. Banyak jeritan-jeritan yang tersampaikan dan untuk itu aku tertarik untuk menulis ini ;)

Oke deh, sekian tulisan dari aku ya, semoga bermanfaat :)

~Keluarga yang bahagia akan terjadi ketika tercipta saling kepercayaan, pengertian, menghargai serta adanya toleransi untuk membina kerukunan bersama. Untuk itu diperlukan komunikasi dua arah dan bukan satu arah~

Baca juga disini tentang Menghadapi Perilaku Orangtua Yang Otoriter ;)

*Give the best from all that we got because all are God`s gifts*

Salam Semangat,

^_^

2 thoughts on “Orangtua VS Anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>